III Hasil-Hasil Penelitian Tentang Tanah Gambut. Dari luasan total lahan gambut di dunia sebesar 423.825.000 ha, sebanyak 38.3 17.000 ha terdapat di wilayah tropika. Sekitar 50% dari luasan lahan gambut tropika tersebut terdapat di Indonesia yang tersebar di pulau-pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua, sehingga Indonesia menempati urutan ke-4 Penebangandihutan rawa gambut dilakukan dengan peralatan chainsaw dengan panjang bar 60 –70 cm. Batas diameter pohon yang dapatditebang ≥ 50 cm, 1 chainsaw dioperasikan oleh 1 orang operator dan 1 orang helper (pembantu), yang bekerja selama 6-7 jam per hari dengan produktivitas rata-rata 12-18 m3/jam. Kelapasawit (Elaeis guinensis jacq) diusahakan secara komersial di Afrika, Amerika Selatan, Asia Tenggara, Pasifik Selatan serta beberapa daerah lain dengan skala yang lebih kecil.Tanaman kelapa sawit berasal dari Afrika dan Amerika Selatan, tepatnya Brasilia. Di Brasilia, tanaman ini dapat ditemukan tumbuh secara liar atau setengah liar di sepanjang tepi sungai. Indonesiatermasuk ke dalam tujuh negara di Asia Pasifik yang mempunyai lahan basah yang didukung oleh keanekaragaman lahan basah yang luas. Kini, luas lahan basah di Indonesia adalah sekitar 30,3 juta ha. Gambut merupakan salah satu lahan basah di Kalsel yang cukup menjanjikan. Gambut adalah tanah yang terbentuk dari bahan organik pada Banyakperkebunan mengalami kerugian akibat perencanaan pabrik yang tidak matang sehingga harus membongkar tanaman yang ada. Berikut tahapan pembangunan pabrik kelapa sawit. 1.Penentuan kapasitas pabrik yang akan di bangun. 2.Penentuan desain. 3.Pembuatan anggaran. 4.Analisa tanah dan topografi detail. mBcpaj. ArticlePDF Available Abstract and Figuresem>Every palm oil plantation has different characteristics. In Indonesia, some of the palm oil plantations are unique because of its peaty, muddy, and bumpy features. Today, the existing Fresh Fruit Bunch FFB transport equipment is rigid and unable to follow the contour of outline of plantation ground, which limits its mobility. Therefore, it is necessary to design FFB transport equipment that offers ease of mobility. The new design has a universal joint feature that connects the front of part of the equipment driver section with the load carrier part rear part. The design includes three-dimensional images with its simulations, two-dimensional images and the strength analysis of the joint. Both design drawings and strength analysis are carried out using SolidWorks engineering software. The result is a design of a universal joint with a dimension of m in length and m in width, and is capable of rotating in two directions; each at 30 degree on Y axis and 16 degree on X axis. All components of the universal joint are SS400 steel which has a tensile strength of 250 MPa. Calculation of strength with a tensile load of 1 ton results in a safety factor of 833. This safety factor ensures the maximum life span and strength of the universal joint.

alat angkut sawit di lahan gambut