ChairilAnwar dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang" (dari karyanya yang berjudul Aku), adalah penyair terkemuka Indonesia. Ia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 sekaligus puisi modern Indonesia. Salah satu yang menarik tentangnya
Dibawahini merupakan 10 puisi yang muncul dari proses kreatifitas sastra seorang Chairil Anwar. Aku. Kalau sampai waktuku. 'Ku mau tak seorang kan merayu. Tidak juga kau. Tak perlu sedu sedan itu. Aku ini binatang jalang. Dari kumpulannya terbuang. Biar peluru menembus kulitku.
Tiadalagi. Aku sendiri berjalan. Menyisir semenanjung, masih pengap harap. Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan. Dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap. (Chairil Anwar, 1946) Pada puisi "Senja d i Pelabuhan Kecil" ini menceritakan cinta yang sudah tidak dapat diperoleh lagi.
PuisiSajak Putih - Chairil Anwar Puisi Sajak Putih Chairil Anwar: Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja. Selasa, 21 Desember 2021 11:43. Menarik menari seluruh aku. Hidup dari hidupku, pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka
Mohonkoreksi, sedang ngumpulin puisi karya chairil anwar nih 🙂 Thanks! Suka Disukai oleh 1 orang. Balas. Kak Ichsan, on 24 Januari 2017 at 23:20 said: Yang benar, puisi ini puisi ini menggambarkan tentang kehidupannya yang singkat,,,, aku kagum dgn puisi ini.. Suka Suka. Balas. eghi putra virgo, on 14 Juli 2013 at 11:00 said: ku prna
TFRUYv1.
puisi aku karya chairil anwar menceritakan tentang